Kamis, 17 Januari 2013

Siklus Hidup Keluarga

Pengertian Siklus Hidup Keluarga (Family Life Cycle)
Penelitian terhadap tahap siklus keluarga sebagai acuan untuk menentukan segmen pasar dan juga untuk memprediksi berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh keluarga telah banyak dilakukan, baik oleh negara-negara maju seperti Amerika maupun oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Dalam menentukan tahap dalam siklus hidup keluarga, terdapat beberapa faktor kunci, yaitu faktor usia (age), status pernikahan (marital status), jenis pekerjaan (career), pendapatan (disposable income), dan juga ada atau tidaknya anak (presence or absence of children).

Tahap-tahap siklus hidup keluarga terdiri dari:

  • Pasangan menikah tanpa anak.
  • Pasangan menikah dan mempunyai anak kecil.
  • Pasangan menikah dan mempunyai anak kecil dan anak remaja, maksimal 3 orang.
  • Pasangan menikah dan mempunyai anak dewasa muda.
  • Pasangan menikah dan mempunyai anak remaja dan anak dewasa.
  • Pasangan menikah atau telah menjadi duda.
Dengan berjalannya waktu, pendekatan melalui siklus hidup keluarga dalam menentukan segmen pasar semakin banyak dilakukan produsen, tahap-tahap siklus hidup keluarga juga mengalami penyesuaian-penyesuaian sehingga dapat mencerminkan posisi siklus hidup keluarga yang lebih tepat.







Dalam setiap tahap, kebutuhan akan berbagai produk dan jasa menjadi sangat beragam dan berbeda-beda. Hal ini yang banyak diteliti oleh para produsen sebagai acuan untuk dapat lebih memahami kebutuhan konsumen yang menjadi target market perusahaan.

Sumber : http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=10&submit.x=6&submit.y=19&submit=next&qual=high&submitval=next&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Feman%2F2009%2Fjiunkpe-ns-s1-2009-31405110-13264-siklus_hidup-chapter2.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar