Rabu, 16 Januari 2013

Evaluasi Alternatif

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yaitu :

1. Pengenalan Masalah
Merupakan sebuah proses dimana konsumen akan membeli sebuah produk sebagai solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapinya. Konsumen tidak dapat menentukan prduk apa yang akan dibeli, jika tidak ada pengenalan masalah yang muncul.

2. Pencarian Informasi
Merupakan sebuah proses lanjutan dari pengenalan masalah, dimana konsumen tersebut akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya. Proses pencarian informasi tersebut dapat berasal dari dalam memori (internal) maupun berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).

3. Mengevaluasi Alternatif
Merupakan sebuah proses lanjutan dari pencarian informasi, dimana setelah konsumen tersebut mendapatkan berbagai macam informasi konsumen tersebut akan mengevaluasi alternatif – alternatif strategis apa saja yang akan dipilih untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

4. Keputusan Pembelian
Merupakan sebuah proses lanjutan dari mengevaluasi alternatif, dimana konsumen akan membuat keputusan pembelian suatu produk yang diinginkan. Terkadang konsumen memerlukan waktu yang cukup lama sebelum konsumen tersebut memutuskan untuk membeli produk yang diinginkan, karena adanya hal-hal yang masih perlu dipertimbangkan.

5. Evaluasi Pasca-Pembelian
Merupakan sebuah proses setelah konsumen membeli suatu produk, dimana konsumen akan mengevaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan keinginannya. Didalam proses ini, dapat terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan merasa puas jika produk yang telah dibeli sesuai dengan keinginannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan terhadap merek produk tersebut pada masa yang akan datang. Tetapi sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika barang yang telah dibeli tidak sesuai dengan keinginannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa yang akan datang.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian, yaitu:
1. Motivasi (Motivation)
Merupakan suatu dorongan yang terdapat dalam diri seseorang guna mencapai suatu tujuan tertentu.
2. Persepsi (Perception)
Merupakan hasil dari pemaknaan atau pandangan seseorang terhadap suatu kejadian yang dihadapinya berdasarkan pada informasi dan pengalamannya terhadap kejadian tersebut.
3. Pembentukan Sikap (Attitude Formation)
Merupakan penilaian yang terdapat dalam diri seseorang, yang mencerminkan sikap suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu hal.
4. Integrasi (Integration)

Merupakan gabungan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon terhadap sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli suatu produk, sebaliknya perasaan tidak suka akan membuat seseorang untuk tidak membeli suatu produk.

Evaluasi Alternatif merupakan suatu proses dimana suatu alternatif pilihan dievaluasi dan dipilih oleh konsumen. Pada tahap evaluasi konsumen harus:
1). Menentukan kriteria yang akan digunakan untuk menilai alternatif,
2). Memutuskan alternatif mana yang akan dipertimbangkan,
3). Menilai kinerja dan alternatif yang dipertimbangkan dan
4). Memilih dan menerapkan kaidah keputusan untuk membuat pilihan akhir.



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen#Proses_pengambilan_keputusan_pembelian
http://gultomhans.wordpress.com/2012/11/11/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian/

Selasa, 15 Januari 2013

Eksekutif Muda

Kita seringkali mendengar kata eksekutif, apalagi eksekutif muda. Profesi ini tentu menjadi impian banyak orang dan ternyata semua orang bisa menjadi eksekutif sukses di bidangnya.

Eksekutif adalah semua karyawan yang karena ilmu atau jabatannya mampu memberikan kinerja atau output yang positif bagi organisasi. Artinya, Eksekutif tidak terbatas pada jabatan Direksi atau Manajer saja, bahkan Kepala Ruangan Keperawatan, atau Kepala Unit Cleaning Service, yang mampu memberikan pelayanan yg memuaskan bagi pasiennya di RS adalah juga seorang Eksekutif.

Ciri Eksekutif yg terpenting adalah "...To get the right things Done". Bagaimana dia menyelesaikan pekerjaannya secara baik dan tepat dalam waktu yang tepat. Seorang eksekutif tidak bertanya:"Apa saja yg harus dikerjakan?" , tetapi bertanya:" Apa yang saat ini harus dikerjakan!" . Lalu akan menilai "...dari semua masalah yang bisa membuat perubahan, mana yang cocok untuk saya?" . karena mereka tak akan menangani masalah yang mereka tidak kuasai, mereka hanya memilih yg mereka kuasai saja. Mereka akan melepaskan masalah lain tadi pada orang yg tepat dan menguasai bidang tsb. Mereka tidak takut mempunyai bawahan yang jauh lebih pandai dari mereka.

Mereka harus berlatih untuk menguasai lima (5) hal yg sangat penting agar menjadi efektif. Latihan harus dilakukan setiap saat, sehingga kelima hal tsb menjadi habits, seperti mengemudi mobil yg kita lakukan tanpa berpikir lagi, sudah menjadi otomatis dalam kegiatan kita. 

Kelima hal tsb adalah:
  1. Manajemen Waktu
  2. Fokus Upaya anda agar bisa memberi kontribusi pd siapa saja
  3. Membuat kekuatan kemampuan anda menjadi produktif bagi organisasi
  4. Konsentrasi upaya pada kegiatan terpenting yang menghasilkan hasil yg terbaik dan terbesar,
  5. Membuat keputusan yg efektif.
Hal pertama dan keempat adalah kunci bagi seorang Eksekutif yg efektif.

Jumlah pekerjaan dan masalah sangat banyak, tetapi waktu terbatas, sehingga manajemen waktu adalah mutlak bagi eksekutif. Mulai dengan menghilangkan waktu yg digunakan untuk kegiatan tak bermanfaat (nonton TV, telenovela, dll). Setelah waktu anda terbebas dari waktu yg tak berguna, lalu konsentrasi pada kegiatan yg memberi hasil yg terbesar. Juga pusatkan agar anda bergerak dgn kekuatan anda, atau anak buah
anda, dengan memilih tugas yang paling sesuai dengan keahlian anda. Bidang yang tak begitu anda kuasai agar diserahkan pada orang lain yang ahli dan mampu pada bidang tersebut. Jangan takut mempunyai bawahan yang lebih pandai, karena justru mereka yg pandai itulah yang akan mengangkat anda ketempat yg lebih tinggi.

Hal terakhir adalah pembuatan keputusan yg efektif. Disini anda membutuhkan pemetaan masalah dan spesifikasi keputusan yg efektif. Dan keputusan tidak akan berguna sebelum hal itu dijalankan, dan dilanjuti dengan umpan balik dari pelaksanaan kegiatan tsb

"Seorang eksekutif yang ingin mencapai sukses harus memiliki lima kunci sukses yaitu:
  • Target karier
  • Kompetensi
  • Konsistensi
  • Koneksi
  • Komitmen 
Pertama-tama, untuk menjadi seorang eksekutif andal, dibutuhkan target karier yang ditulis dengan memetakan imajinasi atau lebih dikenal dengan mind mapping. Satu jalur untuk setiap target.

Setelah memetakan target, perlu meningkatkan kompetensi yang kita miliki di bidang tersebut. Kemudian, secara konsisten mengembangkan kompetensi tersebut. Setelah matang secara kompetensi, kita perlu mencari koneksi tempat bekerja yang cocok dengan kompetensi yang dimiliki. Setelah itu, kita harus memiliki komitmen dalam menjalankan pekerjaan tersebut.

Dan untuk bisa bertahan di tempat kerja yang baru diperlukan dua tips and trik. Pertama, kenali tempat Anda melamar kerja kemudian ubah diri Anda dan sesuaikan dengan budaya tempat Anda bekerja.

Sumber :
http://arflstxtx.blogspot.com/2010/01/eksekutif-muda.html

Pasar Ceruk/Niche Market


Dalam ekologi, niche merujuk pada tempat atau posisi yang ditempati oleh organisme atau populasi dalam suatu komunitas ekologi yang disebut ekosistem. Ini adalah istilah yang mendefinisikan peran organisme atau populasi bermain di skema umum hal. Ceruk adalah suatu organisme atau populasi yang memiliki tanggung jawab untuk menentukan kemampuan spesies untuk bertahan hidup. Dia adalah orang yang menentukan apakah suatu organisme atau populasi akan binasa atau berkembang.
Dalam pemasaran, niche merujuk ke layanan atau produk yang menempati area khusus permintaan. Hal ini sudut kecil di pasar yang mewakili jenis tertentu khusus mengenai kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Untuk dapat menarik pasar yang kuat dan solid, memilih produk niche akhirnya harus melengkapi website yang Anda sendiri. Ini adalah melalui sistem yang mampu menghasilkan ceruk pasar khusus untuk produk, kami mencoba untuk menjual.
Untuk ceruk yang terlibat dalam pemasaran ceruk, proses menemukan segmen pasar kecil tapi berpotensi menguntungkan. Untuk menjaga kuantitas yang menguntungkan penjualan, strategi pemasaran bergantung pada loyalitas pelanggan untuk tujuan mereka dalam bisnis terpenuhi atau terlampaui. Contoh dari ini adalah bahwa kualitas produk atau jasa yang dijual akan menghasilkan kepuasan pelanggan dan, akibatnya, loyalitas pelanggan. Hasilnya adalah profitabilitas diperoleh melalui basis pasar yang solid yang percaya pada kemampuan untuk benar-benar memberikan produk atau jasa.
Salah satu hal tentang niche pemasaran adalah bahwa hal itu mendorong mereka yang sukarela untuk menjadi unik dan terbaik dalam genre. Di sini, kita tidak dipaksa untuk berada di kandang singa dan berada dalam persaingan dengan pengecer mapan. Ia memiliki posisi yang kuat dan aman bagi kita layak di akhir sebuah tempat yang benar di pasar. Niche pemasaran berbeda dari yang lain strategi pemasaran online karena kualitas tertentu memungkinkan untuk beroperasi hampir mandiri dan tanpa harus bersaing dengan perusahaan yang hiu air mata untuk potongan dengan satu sama lain.
Salah satu hal paling penting yang harus dipikirkan oleh mereka yang terlibat dalam jenis bisnis adalah ceruk bisnis yang akan terlibat dalam proses. Hal ini penting untuk mempertimbangkan jenis bisnis yang kita akan dapat bekerja untuk dia keberhasilan yang kita berharap untuk memiliki. Hal ini juga penting baginya untuk mengetahui segala sesuatu tentang bisnis niche di tangan. Pelajari trik-trik perdagangan adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk sebuah ceruk bisnis yang sangat sukses.
Jadilah mampu menjangkau pasar niche adalah pertimbangan lain untuk membuat. Untuk melakukan ini, kita harus tahu frasa tepat yang orang mencari. Penggunaan alat-alat dapat membantu banyak untuk mengetahui jenis kata kunci yang harus digunakan untuk membuat perusahaan menguntungkan. Target kata kunci yang tepat melakukan banyak melambung jenis kasus.
Mereka yang terlibat dalam pemasaran ceruk tahu bahwa menentukan potensi sebelum segala sesuatu yang lain, suatu keharusan jika Anda ingin menyimpan semua waktu dan usaha yang bisa hilang jika terjun kepala segera Membuat situs niche pemasaran yang terbukti menguntungkan harus dilakukan menurut survei kepuasan pelanggan diidentifikasi. Dan pemasaran yang tepat dari situs dengan menghubungi pelanggan untuk dengan cara yang terbaik adalah apa yang niche pemasaran harus mempertimbangkan apakah mereka ingin bisnis mereka untuk mencapai keberhasilan meroket.
Niche pemasaran diperlukan dalam dunia yang penuh dengan ratusan sistem yang dirancang bagi orang untuk membuat uang online? Mereka yang tahu bagaimana sistem merespon dalam afirmatif, karena niche pemasaran adalah sistem hanya mampu mengisi lubang menganga di pasar dengan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi pelanggan - kebutuhan yang umumnya tidak puas dengan orang-orang dari pengadilan besar. Meskipun dalam pemasaran ceruk, kita dapat mendapatkan pijakan di pasar dengan menjadi jarum di tumpukan jerami. Ini mungkin kecil dan bijaksana, namun kemampuannya untuk menyengat orang yang begitu gila, sekali ditemukan akan membuat lebih dari terkejut.


Sumber :
http://kerjaonlinesurakarta.blogspot.com/2011/10/apa-itu-ceruk-pemasaran-dan-apakah-saya.html

Window Shopping

Window Shopping

Sering kali kita window shopping dengan alasan iseng karena tidak punya kegiatan. Memang menyenangkan sih melihat barang-barang bagus di sekitar kita. Namun, dari sekadar iseng, akhirnya Anda jadi membeli sesuatu yang tidak Anda rencanakan. Anda bahkan tidak perlu keluar rumah untuk window shopping. Hanya dengan melihat-lihat katalog, browsing internet, membaca majalah, atau menonton iklannya di televisi pun, Anda bisa tergoda untuk membeli.
Sebenarnya Anda pasti sudah tahu bahwa window shopping adalah kebiasaan buruk yang untuk menghentikannya butuh kedisiplinan tinggi. Paling aman adalah dengan tidak mengunjungi mal bila Anda memang tidak memerlukan sesuatu untuk dibeli atau ditemui. Selain itu, tak perlu lagi meminta katalog atau menerima tawaran e-mail update mengenai barang-barang kesukaan Anda. Tanyakan pada diri Anda: apakah saya memerlukannya dan dapatkah saya membelinya secara tunai? Bila tidak, cepatlah berlalu.



Sumber :
http://carapedia.com/kebiasaan_anda_bangkrut_info3145.html

Kamis, 29 November 2012

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarianpemilihanpembelianpenggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginanPerilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan denganpertimbangan yang matang.

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen ; 

1. Pendekatan Interpretif
Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

2. Pendekatan Tradisional 

Pendekatan yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

3. Sains Pemasaran 

Pendekatan yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

10 Perilaku Konsumen Idonesia

Menurut Handi Irawan *perilaku konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu:
1.Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.

2.Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatannya menarik (tanpa perencanaan sebelumnya).

3 Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indikator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.

4.Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai 
teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan
pengguna lain.

5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu 
dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu 
sendiri.

6.Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar
negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di indonesia

7. Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung 
simbol-simbol agama.

8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris
terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D, ada tiga budaya yang menyebabkan
gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih
melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. 
Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9. Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun 
unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.

10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang *tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.



http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

http://forum.kompas.com/urban-life/34622-10-perilaku-konsumen-indonesia.html

Selasa, 27 November 2012

IMPULSE BUYING

Impulse Buying adalah keputusan yang tidak direncanakan untuk membeli suatu produk atau jasa, yang dibuat sebelum pembelian. Orang yang cenderung melakukan pembelian tersebut disebut sebagai impulse buyer/impulse purchaser.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi dan perasaan memainkan peran penting dalam pembelian, dipicu dengan melihat produk atau setelah terpapar pesan promosi yang dibuat dengan baik.


Menurut The Yankee Group dalam analisa website promotion, alasan utama orang melakukan impulse buying adalah: penjualan dengan harga khusus, pengiriman gratis, dan promosi liburan atau musiman. Banyak situs yang diuji fitur promosinya, terutama pada home page. Jika hasil survei The Yankee Group ini
mencerminkan realitas, kita harus melihat banyak atas hasil observasi impulse buying yang telah diamati.





http://www.uie.com/publications/whitepapers/ImpulseBuying.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Impulse_purchase
http://www.businessdictionary.com/definition/impulse-buying.html

Kamis, 22 Maret 2012

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Pendahuluan
Bahan Bakar Minyak merupakan kebutuhan yang sangat penting dikalang masyarakat. Mungkin bisa juga termasuk dalam kebutuhan pokok setelah makanan. Walaupun tanpa bahan bakar minyak manusia bisa tetap hidup. Bahan bakar minyak berguna bagi manusia untuk mempermudah aktivitas mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tanpa bahan bakar minyak, mungkin tidak akan terjadi kehidupan yang serba mudah seperti saat ini. Contohnya zaman kerajaan dahulu, mereka membutuhkan waktu yang berhari-hari hanya untuk berkunjung ke kerajaan lain yang masih dalam satu pulau.
Itulah salah satu kepentingan bahan bakar minyak, yang akan berdampak banyak dalam kehidupan manusia, dan akan semakin menarik dibicarakan.

Pembahasan